Jangan Menjadi Generasi Sandwich [Bagian 1]

GENERASI SANDWICH ??

Wahh.. apa lagi nih, GENERASI SANDWICH ? apakah maksudnya generasi yang sangat suka sandwich ? atau yang sarapan paginya selalu makan SANDWICH ?

Ternyata bukan sama sekali, GENERASI SANDWICH adalah sebuah istilah yang berhubungan dengan PERENCANAAN KEUANGAN sebuah keluarga.

Seperti yang kita tahu, bentuk dari sandwich adalah roti lapis isi yang bertumpuk minimal dua tumpuk roti ditengah dan diatasnya ada daging dan sayuran. Lalu apa hubungannya dengan PERENCANAAN KEUANGAN ?

GENERASI SANDWICH adalah sebuah istilah, dimana TIGA GENERASI  KELUARGA membebankan kebutuhan keuangannya kepada salah satu generasi.

Contoh GENERASI SANDWICH : Ada pasangan suami istri yang mempunyai anak. Secara otomatis pasangan suami istri tersebut menanggung kebutuhan keuangan mereka berdua (suami istri tersebut)  juga keturunanya (anak anak).

Ternyata suami istri tersebut masih harus menanggung kebutuhan keuangan orang tua mereka (nenek-kakek)  yang sudah tua dan sudah tidak produktif lagi. Namun mereka masih memerlukan biaya hidup yang cukup besar, misalnya biaya hidup, biaya pengobatan, sisa hutang hutang, dsb.  Hal ini membuat pasangan tersebut menjadi GENERASI SANDWICH, harus menanggung generasi diatasnya dan juga generasi dibawahnya. Menjadi tulang punggung tiga generasi sekaligus.

Contoh lain GENERASI SANDWICH : Seorang kakek dan nenek yang sudah tua, masih harus menanggung kebutuhan keuangan anak anaknya yang sudah berkeluarga namun belum bisa mandiri secara keuangan, sekaligus menanggung kebutuhan anak dari anak mereka, yaitu cucu cucu nya. Posisi ini justru lebih memprihatinkan, dimana kakek dan nenek ternyata masih harus menanggung kebutuhan hidup mereka sendiri, ana anaknya, juga cucu cucu nya.

Bukankah fenomena GENERASI SANDWICH ini sangat banyak kita lihat di sekitar kita? Hal ini terjadi karena tidak siap nya sebuah keluarga dengan perencanaan keuangan yang baik dan berjangka panjang. Keuangan keluarga masih dibiarkan mengalir begitu saja, didapatkan- dibelanjakan, sudah selesai perkara. Sebagian sudah memulai menabung, namun sifatnya hanya tabungan tabungan jangka pendek saja. Hari tua masih di anggap masa yang masih sangat jauh. Hingga prioritas hanya pada kebutuhan kebutuhan jangka pendek saja.

Kemudian hal ini disebabkan pula karena tidak siap nya dengan program proteksi yang baik,  banyak yang tidak merasa membutuhkan proteksi kesehatan untuk hari tua, padahal masa masa itulah masa dimana penyakit biasanya sudah banyak menghampiri, biaya sangat besar, penghasilan sudah tidak ada, ditambah dengan tidak mempunyai program asuransi. Hal ini yang menyebabkan beban keuangan yang tidak hanya ditanggung sendiri, tapi juga generasi di bawahnya, anak anaknya.

Di contoh kasus yang kedua, bisa jadi karena orangtua tidak memberikan pembekalan, pendidikan, dan contoh yang baik tentang kemandirian financial kepada anak. Sehingga setelah berkeluarga pun, mereka masih menajadi beban orangtuanya, Sehingga fenomena GENERASI SANDWICH pun masih banyak kita temui.

 

Bersambung :

Lalu Bagaimana Agar Kita Tidak Menjadi GENERASI SANDWICH (Di bagian dua)

 

 

 

sandwich-generation-563becb0c723bd43053d6e60

Sumber gambar : Internet

 

Advertisements

Silahkan Mengisi Pesan Atau Pertanyaan. Cantumkan No Hp atau Alamat Email Anda Untuk Memudahkan Kami Menghubungi Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s